Taufikurahman

Taufik's Photostream

Action Center




Testimonial

"Pak Taufik yang saya kenal adalah seorang konseptor, peduli lingkungan dan berwawasan mancanegara. Sedangkan Abu Syauqi, seorang motivator, orator ulung, berkemampuan luar biasa dalam mendevelop networking di berbagai bidang (sosial, organisasi & keagamaan), dan seorang praktisi dalam bidang sosial yang memiliki reputasi di tingkat nasional. Ini adalah pasangan yang sangat dahsyat dan pas untuk memimpin masyarakat Bandung yang dikenal intelek dan agamis. Bermodal kekuatan/kemampuan tersebut diharapkan pasangan ini nantinya dapat memberikan kesempatan bagi lahirnya industri kreatif dengan style syari'ah sehingga perekonomian Bandung dapat lebih kompetitif dan lebih maju dari kota-kota lainnya."

Amri Gunawan (Ketua JPMI Bandung/pemilik butik Rabbani)

TRENDI Events

« August 2008
SenSelRabKamJumSabAhd
123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Event Terbaru

  • Tidak terdapat event terbaru

Jejaring Taufikurahman

Jejaring Abu Syauqi

 

Masih Ada Sekolah Gratis Pungut Uang

BANDUNG, TRIBUN, Selasa (8/7/2008)
Siswa SMPSiswa SMPPenerimaan Siswa Baru (PSB) 2008 di Kota Bandung masih diwarnai kecurangan. PSB Watch yang dimotori para aktivis mahasiswa di Bandung mendapatkan temuan terjadi pungutan sejumlah uang di sekolah dasar yang masuk dalam kelompok seklah gratis. Pungutan itu alasannya sebagai sumbangan pembangunan masjid.

"Mestinya kalau mau melakukan pungutan itu masuk dalam DSP (Dana Sumbangan Pendidikan) yang sebelumnya dimusyawarahkan antara komite sekolah dan orang tua siswa," kata Tim Advokasi PSB Watch Lili Supendi, di Kampus UPI, Senin (7/7).

Lokasi sekolah tersebut, kata Lili, berada di wilayah Gegerkalong. Selain penyimpangan itu, ia juga menemukan penyimpangan jadwal PSB. SD Ciroyom, kata Lili, menutup masa pendaftaran sebelum masa penutupan PSB, 2Juli 2008. Padahal PSB masih akan berlangsung hingga 5 Juli 2008. Bahkan sekolah ini juga sudah mengumumkan nama-nama siswa yang diterima sehari setelah penutupan PSB. Sesuai dengan aturan dari Dinas Pendidikan Kota Bandung, sekolah akan mengumumkan penerimaan siswa baru pada Rabu (9/7) besok.

Kecurangan lainnya ditemukan pda PSB SMA pada jalur non-akademis. Menurut Lili, sbuah SMA ternama menolak calon siswa berprestasi bidang olah raga renang. Padahal calon siswa tersebut pernah menjuarai PON.

"Ternyata dia gugur karena nilai raport-nya kurang. Mestinya, karena ini jalur prestasi dia dinilai dari prestasinya. Kalau mau dilihat nilai akademisnya, seharusnya dibandingkan dengan peserta yang sama (renang,red)," tambah Lili.

Beberapa waktu yang lalu, kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Oji Mahroji mengatakan, pihak sekolah tidak diperkenankan menutup masa PSB sebelum wakunya selesaipada Sabtu (5/7). Sekolah pun tidak diperbolehkan mengumumkan siswa yang diterima sebelum tanggal pengumuman yang telah ditentukan pada 9 Juli.

Selain itu, kata Oji, sekolah juga tidak diperbolehkan memungut biaya apa pun kepada calon siswa. Apakah itu uang pendaftaran, uang map, uang seragam, atau yang lainnya.

"Jika ternyata terbukti, maka sekolah yang bersangkutan akan terkena sanksi. Termasuk kemungkinan pencopotan kepala sekolah jika ternyata pelanggaran yan dilakukannya cukup berat,"katanya.