Taufikurahman

Taufik's Photostream

Action Center




Testimonial

"Didukung penuh deh...PLTSa batal kan kalau Pak Taufik jadi?"

(Dosen Teknik Lingkungan ITB - Dr Mindriani Syafila)

TRENDI Events

« August 2008
SenSelRabKamJumSabAhd
123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Event Terbaru

  • Tidak terdapat event terbaru

Jejaring Taufikurahman

Jejaring Abu Syauqi

 

Pemerintahan yang Bersih dan Melayani

Realita Pemerintahan Kota Bandung
Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim TReNDI Center, diketahui bahwa:
1. Rendahnya Transparansi Anggaran Daerah
Berdasarkan hasil survei Indeks Transparansi Anggaran Daerah (TAD) yang dilakukan Bandung Institute of Governance Studies (BIGS) pada tahun 2005 bahwa Kota Bandung termasuk daerah yang kurang transparan. Nilai Indeks TAD Kota Bandung sebesar 33,21 persen di bawah daerah-daerah lain di Jawa Barat. Ini berarti transparansi anggaran Kota Bandung memiliki kecenderungan negatif.
Indeks Transparansi Anggaran Daerah Jawa BaratIndeks Transparansi Anggaran Daerah Jawa Barat

2. Inefisiensi Anggaran
Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Bandung meningkat dari tahun ke tahun. Namun demikian, tidak banyak yang dirasakan oleh masyarakat Kota Bandung. Penelitian BIGS tentang menyatakan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan publik di Kota Bandung tergolong rendah.
AnggaranAnggaran
Pengelolaan anggaran Kota Bandung belum efisien. Biaya per poyek di Kota Bandung boros digunakan untuk belanja pegawai. Belanja penambahan penghasilan PNS yang seharusnya tidak boleh melebihi 2,5 persen . Dari dokumen diketahui bahwa rata-rata tiap SKPD mengalokasikan 24,6 persen dari anggaran gaji dan tunjangan. Dari perhitungan kelebihan acress (tambahan penghasilan PNS) ditemukan 30,7 milyar yang menyalahi peraturan.

3. Rendahnya Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Publik
Berdasarkan hasil survei Citizen Report Card (CRC) yang dilakukan Bandung Institute of Governance Studies (BIGS) tingkat kepuasan masyarakat Bandung terhadap pelayanan publik masih rendah. Pelayanan publik yang sangat rendah adalah pembangunan jalan kota, pengelolaan pasar tradisional, Balai Latihan Kerja dan penyediaan air bersih. Keempat pelayanan ini tingkat penggunaannya tinggi, tapi tingkat kepuasan masyarakatnya rendah.
Beberapa pelayanan publik mengalami penurunan kualitas yaitu pengawasan bangunan, pengurusan izin usaha, Sekolah Dasar dan SMP, pengawasan bangunan, pengangkutan sampah,pengurusan KTP, pengurusan IMB dan penyewaan bangunan pemerintah.

Program TReNDI
TReNDI memiliki visi: ”Terwujudnya Bandung yang Kreatif, Nyaman, dan Sejahtera.”

Pada Misi ke-1 dari TReNDI adalah: ”Mewujudkan Pemerintah yang Bersih dan Melayani.”

Sedangkan program-program umumnya adalah:

1. Pemerintah yang Bersih
a. Perbaikan sistem rekrutmen dan pembinaan mental aparatur pemerintah
b. Penciptaan efisiensi dan transparansi anggaran
c. Intensifikasi monitoring dan evaluasi anggaran
d. Penegakan peraturan dan sanksi yang tegas atas setiap penyalahgunaan jabatan publik
e. Penghargaan dan insentif kepada pegawai pemerintah yang berprestasi
f. Peningkatan PAD

2. Pemerintah yang Melayani
a. Pemantapan peran birokrasi untuk pelayanan publik
b. Meningkatkan kualitas pelayanan administrasi umum pemerintahan satu atap
c. Penciptaan sistem manajemen untuk kemudahan pelayanan publik melalui e-government
d. Pelayanan administrasi kependudukan (KTP, Kartu Keluarga, dan Akte Kelahiran) secara gratis
e. Peningkatan insentif kepada Ketua RT dan RW
f. Penciptaan kebijakan anggaran yang berpihak pada masyarakat miskin, perempuan dan kelompok marjinal.

mengenai pilihan judul

kalo judulnya Realita Pemerintahan Kota Bandung
rasanya kurang pas... mungkin yang pas masalah kota bandung
karena realita itu menjadi "subjektif"
misal : saya sendiri merasa semakin menikmati kota bandung
semakin banyak pilihan kalo belanja....karena semakin banyak mall
walaupun "mungkin" pemasukan dari ijin2 mall mungkin masuk kantong sebagian orang saja.

data tdk up to date

datanya tidak up to date! masa tahun 2005, sekarang kan 2008... nu baleg neang data teh jang!!! tong sa ukur neang kasalahan batur wae atuh... dosa hukumna!!!!

Bagean kami nu kieu mah...Tah

Bagean kami nu kieu mah...Tah barudak, kaciri anu sulit ati belang bayah mah. Di bere data ilmiah anu eces tur jentre teh lain aya sikep muhasabah atawa introsfeksi diri kalahkah nyeureud euy...siga engang. Anu akhirna cilaka ku polah sorangan. Ngaluarkeun dalil (dosa hukumna!!!!) bari jeung make tanda seru opat kali, ngan hanjakal teu taliti, malah boa teu dibaca-baca acan tah data teh (heueuh da teu ngarti meureun....meureun ieu mah...) Akhirna tamiang meulit ka bitis tah. Tak tage mun ngomong tong saukur engab. Da omongan nu kaluar tina lisan atawa tulisan, bakal di pundut pertanggung jawabanana ku Allaoh ta'ala. Kapan geus aki-aki, umur geus cueut ka hareup, bari kesang ge geus bau taneuh, eta kelu bet wani-wani nuduh tanpa bukti. Kade ah, ke bisi hos...weh
Cag, ah...ke disambung deui

comment ah

Aslm. . .

kepada bapak tamu yang terhormat. . .

kenapa diambilnya yang tahun 2005

kali aja ada alesannya. . .

kenapa yang di masukkan data yang tahun 2005 karena data yang ada di tahun setelahnya yakni 2006 dan 2007 lebih rendah di bandingkan itu. . .

kenapa ga yang tahun 2008! kan tahun 2008nya juga baru berlangsung 8 bulan apa yang mau di data???

trus kalau tahun yang selanjutnya lebih baik. . .
kenapa peringkat kota bandung terus merosot

dari peringkat 26 di tahun AA Tarmana terakhir menjabat
sekarang peringkat 49 di tahun walikota yang baru memimpin kemarin

jadi masih untunglah yang di masukkan data tahun 2005
tidak tahun 2006 atau 2007

gitu bang tamu yang terhormat. . .

kalau mau comment yang enak dibaca lah. . .

nuhun sa teu acanna. . .

waslm

data pan jelas tahun saat aki

data pan jelas tahun saat aki Dada marentah, terus kalau data tahun 2006, 2007 bahkan 2008 memangnya bisa buktikan bahwa semuanya lebih baik?? jika dilakukan riset yang sama, paling gak bakalan beda jang! data yang dimunculkan jelas loe gak bisa bantah, nggak usah nyari-nyari alasan data lama dll.

2005 kan ada di tengah2 masa

2005 kan ada di tengah2 masa kerjanya walikota yang lama bos. Klo pun ada paling perubahannya ga besar. Klo ga makin baik ya makin buruk. Tapi kayanya banyak buruknya deh :P