"Saya senang ada kawan yang maju via PKS untuk jadi calon walikota bandung. It's about time. Saya dukung dan good luck"
(Dekan SITH ITB - Dr Intan)
"Saya senang ada kawan yang maju via PKS untuk jadi calon walikota bandung. It's about time. Saya dukung dan good luck"
(Dekan SITH ITB - Dr Intan)
| Sen | Sel | Rab | Kam | Jum | Sab | Ahd |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | ||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
Saya lagi keranjingan jalan ke Punclut, untuk sekedar melihat sunrise dari atas Bandung sambil foto-foto, keep reminding me where i came from (kampung maksudnya, hehe..). Bila disuruh milih saya lebih suka jalan ke Punclut atau ke daerah manapun yang memiliki ketinggian diatas 800 m dpl. daripada pergi ke mol yang konyol (maap), dimanapun itu, u name it. Kemudian saya terinspirasi untuk menulis artikel tentang Punclut, persembahan kecil untuk bukit kecil bernama besar.
Siapa yang tidak kenal Punclut, daerah di utara Ciumbuleuit Bandung yang terkenal sebagai kawasan untuk cross-country, rekreasi, jogging atau bahkan sekedar makan timbel. Punclut dalam kosakata Sunda berarti puncak. Punclut adalah kawasan berbukit yang romantis. Secara geografis dibatasi oleh sungai Pasirsalam disebelah barat dan sungai Cikapundung disebelah timur, dengan ketinggian mencapai 800-1100 meter dpl, kita dapat melihat bentangan cekungan Bandung yang istimewa, ditambah udara sejuk dan berangin, baik siang maupun malam, Punclut memang indah! Tempat yang tidak bisa dilewatkan begitu saja saat sunrise, sunset atau bahkan malam saat cekungan Bandung terlihat seperti mangkok raksasa berisi jutaan kerlipan bintang, what a perfect citylight!
Total luas kawasan Punclut berdasarkan taksiran planimetris diperkirakan sekitar 190 hektar. Terbagi atas kawasan bagian barat kurang lebih 130 hektar dan bagian timur sekitar 60 hektar. Lahan ini ditetapkan sebagai lahan konservasi yang memiliki fungsi ekologis sebagai daerah resapan air, peranan mahapentingnya adalah memasok air tanah untuk kota Bandung dan cekungan Bandung. Status tanahnya dipersoalkan. Tak penting siapa, yang memiliki sertifikatnya atau bahkan yang memiliki hak guna bangunan di Punclut, yang jelas Punclut adalah milik Publik. Seperti halnya Babakan Siliwangi. Kawasan-kawasan itu adalah harta warisan alam yang diwariskan dan dinikmati dari generasi ke generasi, tanpa harus dirusak atau dieksploitasi.
Sayangnya, Punclut yang bernilai ekonomi tinggi ini sudah lama menjadi incaran berbagai pihak. Dengan alasan penataan dan pembangunan yang ujung-ujungnya menyebut-nyebut memajukan kesejahteraan warga, kawasan ini akan dijadikan kawasan wisata terpadu. Menurut perkembangan terakhir, kawasan ini akan dibangun jalan beraspal, rumah kebun, hotel green house, outdoor sport, music hall, spa dan country club, cottage, kebun binatang mini dan sarana lingkungan yang bertaraf internasional. Saya yakin sekali fasilitas diatas hanya dapat dinikmati oleh sekelompok bule atau kaum inlander yang berduit.
Kedua terminologi tadi, menata dan membangun pada akhirnya akan bermuara di masyarakat, disatu sisi mereka akan disejahterakan tapi disisi lain masyarakat cekungan Bandung akan terancam bencana longsor dan banjir. Tentunya pemerintah cukup pintar untuk memilih mana yang baik. Awal permasalahan Punclut ini dimulai pd tahun 2004, walikota telah mengeluarkan SK yang memberikan izin kepada pengembang tertentu untuk merusak Punclut.
Pembangunan berwawasan lingkungan sudah saatnya menjadi prioritas penting dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Pembangunan di Punclut harus dilihat dari semua sisi, jangan mengedepankan aspek ekonominya saja. Semua pihak harus sadar Punclut adalah lahan konservasi dan seharusnya dilindungi dan ditetapkan sebagai kawasan lindung kota.
Banyak pihak yang peduli lingkungan akhirnya memprotes Pemerintah kota mengenai semua kekonyolan ini. Demonstrasi paling meriah sejauh ini terjadi pada awal 2005, hampir 500 orang dari berbagai organisasi dan lembaga turun ke jalan. Mereka eksis dengan tagline “Tolak Pembangunan Punclut”. Sejauh ini memang efektif, belum ada kelanjutan pembangunan apapun (yang terekspos). Tapi, bila hal tersebut terjadi lagi, sepertinya saya ingin menjadi anggota Walhi dan mulai terlibat dalam aksi penolakan.
C’mon Reader yang peduli lingkungan, kita mulai lakukan sesuatu, demi kelangsungan generasi, semakin banyak suara semakin bagus. Hanya untuk diingat, Pemerintah Kota Bandung tidak akan bangkrut hanya karena tidak mengubah Punclut menjadi kawasan bisnis.***
PS: I guess just like wise old man said, its not a sin to wake up in d morning and get ur ass up to Punclut, and i guess its wise enough for us to become aware of our green environmental… so, being green is not a silly things rite? hehe…
Paid for by Taufikurahman Center. Jl Sukajadi 142 Bandung. info@taufikurahman.com.Call TRENDI : 022 70828345. RSS.
luar biasa pemaparan anda,
luar biasa pemaparan anda, untuk mengetahui seberapa parah kerusakan bandung utara, silahkan amati kawasan sekitar ciburial, dago pakar resort, dan daerah sekitar dago ke arah cisarua. kalau dibiarkan berlanjut, maka semakin sempurnalah kerusakan bandung,
kamana wae kang dada, kenapa dibiarkan ?
atau anda punya andil ???