| Sen | Sel | Rab | Kam | Jum | Sab | Ahd |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | ||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
Gubernur Jawa Barat Ahmad HeryawanBANDUNG, TRIBUN Gubernur Jabar Ahmad Heryawan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua kampung di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, Minggu (27/7). Sidak di luar agenda resmi Pemprov Jabar itu dilakukan Heryawan di lingkungan warga RT 02, 07, dan 09, RW 15 Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Siangnya, Heryawan mendatangi warga RT 03 dan 04, RW 18 Kampung Cibadak, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
Heryawan, yang didampingi Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (PSMAK), Dedi Darmawan, bertemu dengan tiga kepala keluarga yang anaknya ternyata tidak melanjutkan sekolah, baik dari SD ke SMP maupun SMP ke SMA. Mereka adalah Ny Dede (42) warga RT 09/15 Kelurahan Sadang Serang, Dudung (45) warga RT 07/15, dan Heris Chrisman warga RT 02/15.
"Suami saya sudah meninggal. Jadi, semua kebutuhan hidup kami hanya mengandalkan kerja saya sebagai buruh cuci pakaian. Saya hanya dapat uang tiga ratus ribu sebulan, sedangkan anak saya tiga yang sekolah semuanya. Maka saya sangat sulit untuk bisa melanjutkan sekolah anak-anak," tutur Dede saat ditemui Heryawan di rumahnya yang terlihat seperti bedeng.
Saat sidak di Desa Ciwaruga, Heryawan langsung dipertemukan dengan ratusan warga di tengah-tengah Kampung Cibadak, dihadiri Kepala Desa Ciwaruga Ujang Djajuli. Selain itu, hadir pula kalangan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang sedang menjalani program kuliah kerja nyata (KKN).
Menurut Ujang Djajuli, warga Cibadak tidak semuanya bisa melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Khusus di Kampung Cibadak saja, kata dia, terdapat 24 anak SD dan SMP yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke SMP dan SMA.
"Selain tidak ada SMP dan SMA di desa ini, juga faktor biaya. Jadi, hampir semua anak di Kampung Cibadak hanya bisa sekolah sampai SD," kata Ujang di hadapan Gubernur.
Menanggapi hal itu, Ahmad Heryawan mengatakan, Parongpong merupakan daerah yang masih dekat dengan ibu kota Provinsi Jabar. Fakta tersebut, tegas dia, sangat kontroversial. "Di Sadang Serang dan Parongpong saja masih ada yang putus sekolah, apalagi di daerah pinggiran sana seperti di Canjur Selatan atau Garut Selatan atau di kawasan pinggiran Indramayu atau Cirebon," kata Heryawan.
Menurutnya, mulai tahun 2009, dipastikan tidak akan ada siswa putus jenjang sekolah di Kampung Cibadak. Pemprov dan Pemkab Bandung Barat, kata Heryawan, mulai tahun 2009 akan mengalokasikan 20 persen APBD untuk dana pendidikan. "Alokasi dana pendidikan tersebut diharapkan bisa mengakomodasi warga miskin di daerah pinggiran," jelas Heryawan. (ddh)
Paid for by Taufikurahman Center. Jl Sukajadi 142 Bandung. info@taufikurahman.com.Call TRENDI : 022 70828345. RSS.
Salam, Aku juga bingung
Salam,
Aku juga bingung kenapa banyak yag curiga pada kebaikan! Cape deh jadinya serba salah...
Tapi aku renungkan, justru semakin banyak orang curiga dan berburuk sangka malah semakin membuat aku yakin ama kesungguhan beliau!
Wallahu alam
jangan menyerah pak heryawan.
jangan menyerah pak heryawan. saya selalu mendukung anda
mohon wujudkan janji bapak, pendidikan 20% dari APBD.
semoga ALLAH SWT memudahkan jalan bapak. amiin
Semoga Ust. Ahmad Heriawan
Semoga Ust. Ahmad Heriawan tetap tawadhu dan istiqomah,Amiin.
Saya heran sama orang-orang yang selalu mencari-cari kesalahan dan berburuk sangka kepada PKS. Sidak, disangka kampanye, gimana mau menepati janji kalau apa-apa dicurigai. Berilah kesempatan kepada beliau untuk bekerja, karena memperbaiki Jabar tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Kepada para kader pks, selamat berjihad dimanapun, kapanpun,
Barang siapa yang menolong agama Allah pasti allah akan menolongnya. Amiin. Semangat. Allohu Akbar
sidaknya sambil kampanye
sidaknya sambil kampanye ya?
kan gak boleh tuh gubernur kampanye tanpa cuti...
kampanye kok ke
kampanye kok ke Parongpong...nanggung bos, mending ke Cicadas.
Gak usah jauh2 ke gubernur, lurah saya kemaren terang2an suruh saya nyolok #1, mana di mesjid lagi ngomongnya...nggak kira2 nih orang.
Yang bener disalahin, yg salah dibenerin...
Bener2 Jaka sembung bawa gitar...!!
Euh ... sidak disangka
Euh ... sidak disangka kampanye padahal kan sidak itu untuk kepentingan masyarakat juga sehingga ditemukan banyak sekali anak-anak putus sekolah dan dekat kantor gubernur lagi, nah pertanyaannya apa saja sih kinerja Gubernur sebelumnya ??? CAPE DEH ...
Saya mau pemimpin yang
Saya mau pemimpin yang seperti ini, tidak sok penguasa tapi lebih melayani!
Mudah2an istiqamah dan segera ditindaklanjuti masalah yang ada di Jawa Barat ini! Amin
Gubernurnya HaDe, walikotanya TReNDI!
Jika Allah mengizinkan, tidak ada yang tidak mungkin...
"...Dan walaupun kamu membelanjakan semua harta kekayaan yang berada di muka bumi, niscaya kamu tidak akan dapat mempersatukan hati orang-orang yang beriman, akan tetapi Allah-lah yang mempersatukan hati mereka, sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana" Rabithah
Trendi luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar ya! Tetap tawaddu! Insha Allah...
Kelihatannya yang paling
Kelihatannya yang paling getol, nagih janji, yang kalah PILGUB kemaren. Sedangkan yang nyolok, masih bisa adem-adem aja, masih belum bisa menerima kekalahan ya???. Memangnya kayak bikin combro, langsung jadi dimakan langsung !
ya,menurut saya apa gunanya
ya,menurut saya apa gunanya seorang pemimpim jika kerjanya cuma ngomong doank sich gak usah dech jadi pemimpin (kalo ngomong doank ngabisin biaya kampanye) rakyat butuh pemimpin yang bisa menagih janji karena sekarang sedikit yang kaya gitu terus buku sekarang udah lebih murah belum?(nagih janji)
kampanye terakhir kamari aki
kampanye terakhir kamari aki Dada-mu bilang bukti sekolah udah gratis, kesehatan gratis, modal gratis... walah... (Kompas senin, 4 agustus 2008) hatur nuhun BOHONG PISAN! Bandung nggak boleh dipimpin sama Pembohong! Tanyakan sama warga Bandung apa udah begitu?? kesehatan gratis???? walah Pembohong.