Taufikurahman

Taufik's Photostream

Action Center




Testimonial

"Kesempatan itu ada sekarang! Lima tahun yang akan tidak tau apa yang akan terjadi!, pilih TReNDI!".
(Koordinator Pedagang Pasar Baru)

TRENDI Events

« August 2008
SenSelRabKamJumSabAhd
123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Event Terbaru

  • Tidak terdapat event terbaru

Jejaring Taufikurahman

Jejaring Abu Syauqi

 

Untuk Sebuah Perubahan (1)

oleh Ir. Endrizal Nazar
Anggota F-PKS DPRD Kota Bandung

Ir. Endrizal NazarIr. Endrizal NazarSejatinya kepala daerah dipilih hanya untuk masa jabatan 5 tahun. Diperbolehkannya kepala daerah menjabat dua periode tentunya bukan untuk memperbaiki kegagalan atau ketidakberhasilan periode pertama tetapi lebih karena prestasi yang ditorehkannya pada kepemimpinan yang lalu.

Intinya kepala daerah tersebut harus sudah menuntaskan visi, misi, dan semua program prioritasnya dalam masa kepemimpinan 5 tahun tersebut, bukan menuntaskannya pada periode berikutnya kalau terpilih lagi. Apalagi kalau program prioritas tersebut sudah ada target definitif tahun pencapaiannya.

Pemerintah Kota Bandung di bawah kepemimpinan H. Dada Rosada, SH, M.Si masa jabatan 2003 – 2008 memiliki 7 program prioritas yaitu: Bandung Cerdas 2008, Bandung Sehat 2007, Bandung Hijau 2006, Bandung Makmur 2008, Bandung Berprestasi Olahraga 2008, Bandung Kota Seni Budaya 2008, dan Bandung Agamis 2008.

Tujuh (7) program prioritas ini merupakan turunan 6 misi pembangunan kota yaitu: 1) Mengembangkan sumber daya manusia yang handal dan religius; 2) Mengembangkan perekonomian kota yang adil; 3) Mengembangkan sosial budaya kota yang ramah dan berkesadaran tinggi, serta berhati nurani; 4) Meningkatkan penataan kota; 5) Meningkatkan kinerja pemerintah kota secara profesional, efektif, efisien, akuntabel, dan transparan; 6) Mengembangkan sistem keuangan kota.

Dalam konteks perencanaan yang baik seharusnya setiap misi mempunyai turunan berupa program prioritas. Tetapi misi ke-5 dan ke-6 tidak memuat turunan dalam bentuk program prioritas. Apakah dua (2) misi ini dianggap tidak penting? Padahal tata kelola pemerintahan yang baik sebagaimana diamanatkan misi ke-5 menjadi syarat sebuah daerah bisa berkembang maju menjadi pemerintahan yang melayani serta akan menarik banyak investor. Investasi akan datang karena investor terbebas dari ruwetnya birokrasi dan berbelitnya perijinan.

Demikian pula tiadanya program prioritas sebagai turunan misi ke-6 menjadikan Kota Bandung ”boros dalam pembelanjaan dan irit dalam pemasukan.” Kebijakan penetapan satuan belanja barang dari harga tertinggi pasar umum (bukan distributor) menyebabkan potensi pemborosan mencapai 30%.

Berbeda jauh dengan Pemkab Jembrana yang bupatinya tidak berasal dari birokrat (tetapi dari akademisi) berani menerapkan kebijakan penetapan satuan belanja bersumber dari distributor (efisiensi sampai 30%), sehingga dengan efisiensi ini mereka mampu melaksanakan pendidikan gratis dari SD hingga SMA; menyediakan kesehatan, KTP, KK, Akte Kelahiran serta dokumen kependudukan lainnya secara gratis dan bahkan mampu memberikan dana talangan bagi petani.

Sementara potensi PAD Kota Bandung yang bisa masuk kas daerah sangat terbatas. Sebagai contoh pajak restoran yang terkumpul saat ini hanya disumbang oleh omset rata-rata 3 juta rupiah/hari/restoran dari 432 restoran dan rumah makan yang terkena kewajiban membayar pajak.

Memprihatinkan memang pajak restoran yang masuk ke kas daerah karena ada restoran yang untung bersihnya saja mencapai 150 juta rupiah sebulan (omsetnya bisa mencapai 5 kali lipat atau 25 juta rupiah perhari). Hal ini jelas dikarenakan tidak adanya program priotas sebagai implementasi misi ke-6 diatas.(*)

Artikel sudah dipublikasikan di rubrik Jurkam Koran Seputar Indonesia (Sindo) tanggal 22 Juli 2008.

Jujur, kampanye PKS selalu

Jujur, kampanye PKS selalu membuat saya terharu...
Semoga PKS bisa istiqamah dan menjaga hati, harus tawaddu, jangan merasa benar sendiri, umat perlu sesuatu yang mencerahkan!
Luruskan niat sempurnakan ikhtiar!

Pokoknya harus tawaddu! Saya jatuh hati sama PKS, hehe...

Betul, dipilihnya kembali

Betul, dipilihnya kembali seorang Kepala Daerah adalah karena keberhasilannya, bukan karena ingin memperbaiki kegagalan. Untuk mari kita lihan Renstra Kota periode 2004-2008(masa kepemimimpinanan Dada Rosada).
Misi Ke 6 Meningkatkan kinerja pemerintah kota secara profesional, efektif, efisien, akuntabel, dan transparan.
Apakah betul sdh meningkatkan kinerja penerintah? untuk itu ini gambaran dikaitkan dengan kinerja :
Penggunaan APBD belum terukur secara jelas, lebih-lebih bila dikaitkan dengan outcomenya, misalnya memberikan kepada Persib, apa yang menjadi ukurannya(ini yang tidak jelas) dan banyak lagi pengeluaran di APBD yang tidak jelas ukurannya(lebih-lebih untuk outcome)apakah untuk kegiatan SKPD atau bantuan.
Program Pengembangan Penataan Transportasi kota
Indikator Berkurangnya kemacetan, kenyataannya apakah betul kemacetan berkurang? Hal ini dapat kita rasakan bersama,bukannya berkurang malahan kota Bandung semakin macet.
Indikator Tersedianya terminal Angkutan umum, realitanya terminal kebon kelapa malahan digantikan Mall, dan sampai sekarang belum ada gantinya, sedangkan terminal yang ada sperti Cicaheum sdh tidak memenuhi syarat sebagai terminal Tipe A
Indikator Meningkatnya ketertiban jalur transportasi angkutan;
Indikator Terlaksananya penataan rute angkutan umum dan pengembangan Sistem Angkutan Masal
Bgm kenyataan kedua indikator tsb? Realitanya Rute Cibaduyut-Cicaheum, tetapi kenyataannya hanya sampai perapatan Jakarta - Antapani, tidak terus ke Cicaheum. Inipun sdh cukup lama berlasngsung dan tidak ada tindakan. Untuk pengembangan angkutan masal, kita bgm kenyataanya, sampai sekarang yang ada hanya rambu-rambu lalulintasnya saja.
Selain itu juga masalah TAKSI, Kita lihat, bgm ricuhnya pada saat blue bird masuk ke Kota Bandung.
Berkaitan dengan sampah, indiukator dalam renstra adalah menurunnya timbulan sampah, realitanya kita dapat rasakan sendiri, apakah betul timbulan smapah menurun ?
Program Pelayanan Prima
Diantara indikatornya adalah Meningkatnya kepuasan masyarakat akan pelayanan pemerintah kota, Apakah Betul? Ini dapat kita rasakan bersama bgm pelayanan Pemerintah Kota Bandung, khusus berkaitan dengan KTP,IMB dll?